Selasa, 24 Januari 2017

LAPORAN KULIAH LAPANGAN FISIOLOGI HEWAN
OTOT
Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum fisiologi hewan yang di ampu oleh Siti Nurkamilah M.Pd.
Kelompok 5
3B      
Mia Ratnasari              (14541053)
Siti Solihah                  (14541055)
Sofi Yulianti               (14541056)
Hasni safitri                 (14542001)
Muhamad Hasanudin (14542004)
Ajeng Nur Aropah      (14542000)
Neng Ulpah Hasanah  (14542039)
Description: D:\Document\logo stkip.jpeg

LABORATORIUM PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) GARUT
2017



A.    Judul
otot
B.     Tujuan
1. mempelajari respon otot terhadap berbagai macam rangsang
2. mengukur kecepatan kontraksi tunggal otot rangka
3. mempelajari periode-periode kontrkasi otot yang mengalami kelelahan
C.    alat dan bahan
1. katak yang masih hidup
2. gunting bedah
3. sonde
4. bedak bedah
5. kymografh
6. stimulator
7. flaw –jaw clamp
8. double clamp
9. frog clip
10. light muscle lever
11. flat base stand
12. garfutala
13. larutan fisiologis (ringer’
14. pinset
15. benang
D.    cara kerja
1.      mengisolasi otot gastrocnemius (otot betis)
a.       potonglah bagian kepala katak mulai dari sebelah beakang membran timpani   (dekapitasi)
b.       rusakkkan sumsum tulang belakang dengan cara menususk dengan sepotong kawat  atau sonde sedalam dalamnya sehingga katak menjadi lemas
c.        untuk mendpatkan otot grstrocnemius dari sebuah kaki katak, lakukan cara sebagai berikut:
-          pisahkan otot grastrocnemius tersebut dari otot lainnya dengan cara memasukan sonde pada daerah antara otot tersebut dengan otot lainnya (untuk mempelajari respon otot terhadap berbagai macam rangsang, cukup dikerjakan sampai disini dulu).
-          lepaskan pula bagian tendo achiles pada daerah tumit katak dengan menggunakan gantung
-          ikatkan sehelai benang pada bagian ujung tendon paha, potonglah bagian benang yang berlebih sehingga masih memungkinkan untuk didikatkan pada otot
-          pisahkan otot paha dari saraf sciatiknya.
-          ikatlah saraf sciatik tersebut dengan sehelai benang dan potonglah pada bagian atas dari ikatan tadi.
-          potonglah otot dan tulang pahanya.
-          selama melakukan kegiatan di atas tubuh katak terutama otot gastrocnemius selalu dibasahi dengan larutan ringer’s demikian pula pada pelaksanaan percobaan.
A.    Pengaruh berbagai rangsang terhadap kontraksi otot
a.       letakan katak pada bagian punggungnya diatas bak bedah, lakukan tiga macam rangsang pada otot grastocnemius sebagai berikut :
-          rangsang mekanik: otot dijepit dengan pinset.
-          rangsang elektrik: kawat dihubungkan dengan stimulator, ditempatkan pada otot dan kemudian diberi arus
-          ransang termis : sebatang kawat yang telah dipanaskan langsung di atas api ditempelkan pada otot.
b.       perhatikan hasil yang di dapatkan dari masing-masing pemberian rangsang tersebut di atas, membuat catatannya.
B.     respon otot terhadap rangsang tunggal dengan intensistas rangsangyang berbeda.
a.        memasang perlatan yang akan kita gunakan sedemikian rupa sehingga untuk di gunakan (kymograph, stimolator dan peralatan lainnya) hal ini dilakukan sebelum mengisolasi otot grastrocnemius
b.      memisahkan sebagian tulang dan otot pemur dari bagian tubuh katak lainnya, tulang femur dijepit dengan kuat pada penjepit tulang, sedangkan benang yang mengikat tendon achiles diubungkan dengan pengungkit otot
c.        perangsangan otot dilakukan dengan kawat listrik yang dihubungkan dengan rangsang induksi pada stimulator atau sumber arus lainnya, sedangkan signal magnet dihubungkan pada magnet
d.       untuk rangsangan pertama memberikan tegangan arus kecil sekecil mungkin sehingga respon otot yang minimal. tromol tidak digerakan sehingga gerakan keatas dan ke bawah hanya menimbulkan satu goresan. mengulangi percobaan di atas dengan kuat tegangan arus yang sama. sebelumnya tromol diputar lebih kurang 1 cm dari posisi semula dengan menggunakan tangan
e.        melanjutkan pemberian rangsang dengan kuat, tegangan arus yang lebih kuat dari point d, melakukan percobaan sesuai point d.
f.       . melanjutkan percobaan tersebut dengan memberikan tambahan kuat tegangan arus dari percobaan sebelumnya, menghentikan percobaan apabila sudah didapatkan kontraksi maksimal dari otot teersebut (merhatikan tinngi goresan yang menghasilakan masih bertambah atau tiduk ).
C.      kontraksi Tunggal Otot Rangka
kontraksi tunggal otot rangka merupakan hasil rangsangan tunggal, pada umumnya terdiri dari tiga periode yaitu : periode laten, saat dari mulai pemberian rangsang sampai mulai timbul respon; periode kontraksi, fase pemendekan; periode relaksasi, setelah fase memendekan otot kembali ke keadaan semula.
a.       alat yang digunakan sama dengan yang digunakan pada percobaan C, ditmbah dengan garfutala yang dipasang di bwah signal magnet, pencatatan dilakukan dengan putaran trombol cepat.
b.       memasang otot grastrocnemius yang baru sesuai dengan percobaan C.
c.        memperhatikan kedudukan semua jarum pencatatat pad tromol, semua jarum pencatat tromol harus berada pada bidang vertikal yang sama.
d.       memberi rangsangan elektrik yangcukup kuat pada otot gractocnemius tersebut, bersamaan dengan itu memeutar troml dan menggetarkan pula garputalanya.
e.       mengulangi percobaan tersebut, mengusahakan grafik yang dihasilkan tidak mengganggu grafik lainnya yang sudah ada. jangan memeberikan rangsangan apapun pada otot tersebut sebelum menggunakan hasil yang diharapkan cukup baik.
f.       menentukan daerah mana yang dimaksud dengan daerah periode laten, periode kontraksi dan daerah periode relaksasi.
D.     Kelelahan
a.       setelah percobaan D diperoleh hasil yang cukup baik, merangsangkan otot tersebut berkali-kali tanpa mencatat pada kymograph.
b.      bila gejala kelelahan sudah terlihat ( perhatikan perubahan kontraksinya), buatlah pencatatan kontraksi otot tersebut seperti pada percobaan D.
c.        membandingkan grafik yang di dapatkan dengan grafik dari percobaan D.
Otot
Kegiatan 1 : Otot Rangka

A. tujuan
1.      mempelajari respon otot terhadap berbagai macam rangsang
2.      mengukur kecepatan kontraksi tunggal otot rangka
3.      mempelajari periode-periode kontraksi otot yang mengalami kelelahan.
B. hasil Pengamatan
a.        
Jenis Rangsang yang diberikan
Tanggapan yang diberikan oleh otot
keterangan
Elektrik
Bereaksi

b.       
Besarnya Intensitas rangsang
Tanggapan yang diberikan oleh otot
keterangan
Minimal
Sub Maksimal
Maksimal
Bereaksi
Bereaksi
Bereaksi

c.        keterangan grafik yang kita peroleh.
grafik tersebut merupakan hasil dari kymograph yang mengukur kerja otot dengan kecepatan tunggal, ganda (sumasi), dan tetanus
C.Pertanyaan
1.      sebutkan perbedaan respon otot terhadap tiga macam rangsangan yang dipakai?
Jawaban : kami hanya menggunakan rangsang elektrik saja yaitu respon elektrik respon dengan bantuan aliran listrik.

2.      rangsang manakah yang terbaik untuk dipakai di laboratorium dan mengapa ?
jawaban : rangsang mekanik karena rangsang tersebut bersifat aman dan ramah lingkungan bagi labooratorium
3.      apa yang dimaksud dengan tendon dan apa pungsinya?
Jawaban : tendon adalah struktur dalam tubuh yang menghubungkan otak ke tulang. fungsi tendon adalah untuk memungkinkan pergerakan bebas dan fleksibel dalam tubuh seperti berlari, melompat, berjalan, mengangkat, mencari dan kegiatan fisik lainnya yang serupa yang bisa dilakukan oleh tendon.
4.      apakah perbedaan stumilus minimal, stimulus sub maksimal dan stimulus maksimal?
Jawaban : stimulus minimal adalah rangsang yang terkecil yang dapat menimbulkan tanggapan. stimulus sub maksimal adalah rangsang yang intensitasnya bervariasi dari rangsang ambang sampai rangsang maksimal stimulus maksimal adalah rangsang yang dapat menimbulkan tanggap maksimal.
5.      hitunglah berapa waktu laten dan waktu kontraksi serta waktu relaksasi otot gastrocnemius?
Jawaban : waktu tersebut jelas berbeda-beda tergantung pada jenis perlakuan percobaan dan kisaran-kisaran waktu yang telah ditentukan.
6.      bagaimanakah waktu laten, kontraksi dan relaksasi otot pada percobaan 1 dan 2?
Jawaban : 1. waktu laten yaitu berbeda pada kisaran waktu 0,5 mm
                       2. waktu kontraksi berbeda pada kisaran waktu 6-25 mm
    3. waktu relaksasi berbeda pada kisaran waktu 26-55 mm
gamabar.

D.    Pembahasan
jadi setelah melakukan pengamatan dapat disimpulkan bahwa respon otot terhadap rangsangan berbeda-beda tergantung pada jenis rangsangannya. kecepatan kontraksi otot rangka terjadi  3 periode yaitu periode latten, waktu kontraksi dan waktu relaksasi, setelah diberi kan berbagai rangsangan ternyata otot tersebut mengalami kelelahan dan tidak berkontraksi lagi, hal ini dapat dilihat pada grafik.
dapat dijelaskan pada pengamatan yang telah kami lakukan yaitu, pada berbagai jenis rangsang yang diberikan pada otot semuanya terjadi adanya respon /tanggapan, juga terbukti adanaya grafik sebagai hasil dari kerja otot.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar